mudik tradisi tahunan

OPINI

Oleh Ahmad Taufik

ayo mudik ! mudik adalah tradisi yang biasa dilakukan setahun sekali oleh orang yang memeluk

agama islam karena mudik itu dilakukan setiap menyambut hari raya idul fitri yang di rayakan oleh

setiap orang islam di indonesia .

banyak orang mudik yang memakai kendaran pribadikarena biar irit bahan bakar ”ya berhubung

BBM lagi naik jadi mending pake kendaran sendiri dan sekaligus biar irit” begitulah kira-kira

ungkapan dari para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi.

dan biasanya mudik itu dijadikan moment yang tepat untuk untuk bertemu sanak keluarga

selain waktunya bertepatan dengan idul fitri,biasanya di pakai juga buat bertamasya bersama

keluarga besar.

Add comment Oktober 24, 2008 threeon3

Menelisik Posisi Bahasa Jurnalistik

(UIN)-Dalam kegiatan perkuliahan Bahasa Jurnalistik Kamis (16/10) Asep Syamsul M. Romli akrab disapa “Kang Romel”, mengangkat materi Posisi Bahasa Jurnalistik. Menurut Kang Romel, dalam terminologi sosiologi Posisi berarti Status. Status adalah kedudukan sosial dalam masyarakat, misalnya status sebagai Dokter, guru, Hakim, Menteri dan sebagainya. Semua status tersebut memiliki peranan tertentu. Jadi setiap posisi memiliki peranan tertentu.

Posisi berkaitan erat dengan “Role” (Peran). Seperti dalam permainan sepak bola, setiap pemain mempunyai peran masing-masing. Ada Penyerang (Striker) berperan mencetak gol ke tim lawan, pemain tengah (pengumpan) berperan memberikan bola ke pemain depan agar mencetak gol, pemain belakang berperan memastikan tidakada lawan ke depan gawang dan mencetak gol, dan penjaga gawang (kipper) berperan menjaga agar lawan tidak mencetak gol. Jadi Peran atau posisi menentukan tindakan apa yang akan dilakukan untuk mencapai suatu tujuan. Begitu pun posisi bahasa jurnalistik mempunyai peran tersendiri untuk mempengaruhi masyarakat.

Setelah memberikan gambaran tentang peran /posisi melalui ilustrasi di atas, kang Romel mengajak para mahasiswa jurnalistik semester 3 merumuskan posisi bahasa jurnalistik. Melalui diskusi dan tanya jawab, akhirnya posisi bahasa jurnalistik dirumuskan meliputi 3 peran. (1) Alat komunikasi khas media, artinya bahasa jurnalistik hanya digunakan oleh media. Dan Berbeda dengan bahasa-bahasa lain seperti bahasa kedokteran, bahasa hukum dan lain-lain, karena bahasa jurnalistik mempunyai ciri khas tersendiri dan bersifat statis. (2) Laboratorium bahasa bagi masyarakat, artinya bahasa jurnalistik merupakan bahasa hasil proses ‘penggodogan’ sama halnya seperti penelitian di laboratium. Biasanya bahasa jurnalistik menjadi trend center bagi masyarakat dalam penggunaan bahasa. Kata-kata seperti Jabar, Jatim, Sumsel, Sumbar, Curanmor, Miras, PSK, Parpol pada awalnya dipakai oleh media. Namun lama-lama menjadi populer dan digunakan oleh masyarakat. (3) Subsistem dari bahasa Indonesia, artinya bahasa jurnalistik sebagai subsistem merupakan bagian dari bahasa Indonesia sebagai sistem. Maka Bahasa Jurnalistik harus menginduk/mengacu pada Bahasa Indonesia. (Astri S.)

Add comment Oktober 22, 2008 threeon3

Kaca Mata Nuansa Mudik

 

 

OPINI

Oleh: Eka Dwi Satya

 

 

 

            “Mudik…mudik…mudik….!” Mudik memang sudah menjadi tradisi setiap tahun terutama di negara Indonesia. Tak heran jika setiap satu tahun sekali di kala musim mudik tiba orang-orang selalu pulang atau pergi dengan sebuah pengalaman dan kenangan.

Tanpa terasa sudah memasuki hari ke-20 kita menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan nan suci dan penuh hikmat. Belum memasuki masa liburan, namun sudah banyak orang yang berbondong-bondong mendatangi beberapa loket penjualan tiket kendaraan. Mulai dari loket penjualan tiket kereta api, bus, pesawat dan tidak ketinggalan pelabuhan,  mulai kehabisan stock tiket dan mulai sibuk menambah beberapa fasilitas untuk kenyamanan bagi para penumpang. Hal ini dilakukan sehubungan dengan semakin bertambahnya jumlah pemudik dari tahun ke tahun. Bahkan diberitakan, akibat semakin bertambahnya jumlah pemudik setiap tahun, PT. Kereta Api Indonesia mengeluarkan suatu keputusan bagi para pemudik. Yaitu, para pemudik yang hendak membeli tiket harus menunjukkan KTP atau tanda pengenal lainnya.  Tujuannya adalah untuk melindungi para pemudik dari tipuan para calo-calo tiket liar. Sebuah kejadian yang berbeda dari tahun sebelumnya. Pada tahun sebelumnya, banyak sekali para pemudik yang tidak kebagian tiket juga fasilitas memaksakan diri merelakan tidur di lokasi penjualan tiket agar bisa pulang, sehingga lokasi penjualan tiket terlihat tampak penuh tidak teratur. Namun pada tahun ini tanpa tiket pun para pemudik dapat pulang ke kampung halamannya. Cukup dengan menyiapkan kendaraan pribadi, fisik dan mental yang kuat dan tidak ketinggalan memperhatikan kondisi jalan.

Ya…mudik dengan menggunakan kendaraan pribadi, hal ini biasanya lebih mengundang banyak kesan. Mulai dari menempuh jauhnya perjalanan dan diperlukannya  perjuangan yang keras untuk sampai ke kampung halaman dengan selamat. Terbayang sekali dan dapat dilihat sekaligus dirasakan usaha keras dengan penuh pengorbanan yang dilakukan orang-orang hanya untuk dapat berkumpul bersama sanak saudara di kampung halaman. Bersalam-salaman, bercanda dan bercengkramana dengan sanak saudara.

Perjuangan dan pengorbanan keras itu dapat teringankan bebannya. Pada tahun ini orang-orang dapat mudik dengan tenang dan senang, juga dapat tiba di kampung halaman dengan kondisi segar. Karena banyak beberapa perusahaan ternama yang dengan rendah hati memanjakan para pemudik. Dengan didirikannya posko-posko kesehatan di sepanjang jalur perjalanan. Disana para pemudik, khususnya pemudik dengan kendaraan pribadi dapat memberhentikan kendaraannya sejenak apabila mereka mulai kelelahan mengemudi di posko kesehatan yang banyak tersedia dipinggiran jalan. Para pemudik tentunya akan menerima pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pijat gratis, tajil gratis, informasi jalur mudik, bahkan ada sebagian posko yang menyediakan pelayanan pengisian bensin gratis.

Dan tidak kalah menariknya lagi, pemerintah mulai memperhatikan para pemudik. Yaitu dengan diadakannya pembangunan jalan baru, memperbaiki kondisi jalan yang rusak dan mengadakan pelebaran jalan. Meskipun belum selesai secara total namun jalan raya kali ini masih bisa digunakan. Setideaknya unutk mengurangi kemacetan yang sering terjadi di jalan raya pada saat musim mudik tiba.

Bagi para pemudik, diharapkan agar mempersiapkan diri dengan sepenuhnya apabila hendak menempuh perjalanan. Setidaknya ada lima faktor yang harus diperhatikan para pemudik selama melakukan perjalanan, yaitu kondisi fisik yang kuat, mental yang kuat, kendaraan yang terjamin, kondisi jalan dan berhati-hati dengan barang bawaan.

Semoga mudik tahun ini bisa menjadi lebih menyenangkan dan membawa cerita bahagai bagi para sanak saudara yang lain.

1 comment September 20, 2008 threeon3

UPTQ Adakan MTQ

Bandung - UPTQ, salah satu UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) UIN Sunan Gunung Djati, Bandung menyelenggarakan acara MTQ (Musabaqoh Tilawatil Quran) dengan tema “Dengan MTQ, kita raih keberkahan di bulan Ramadhan “, Kamis (18/9) pukul 08.00 WIB di Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati, Bandung. Acara tersebut hanya bisa diikuti oleh mahasiswa baru sebagai program kerja tahunan UPTQ dengan kontribusi Rp. 20000/orang. Diikuti oleh sekitar 50 orang peserta dengan delegasi 2 orang peserta dari masing-masing kelas ataupun bisa mendaftarkan sendiri. Tujuan diadakan acara ini untuk menyalurkan bakat dan potensi sekaligus untuk mengrekrut mahasiswa baru menjadi anggota UPTQ.

Add comment September 19, 2008 threeon3

Susahnya Membuat Berita

UIN, (Jurnal A)

Mahasiswa Jurnalistik semester 3 fakultas dakwah dan komunikasi Universitas Islam Negeri Bandung, kelabakan membuat berita saat mengikuti mata kuliah bahasa jurnalistik kamis (11/9) di gedung Z-7 kampus UIN. Asep Syamsul M. Romli, dosen bahasa jurnalistik menugaskan membuat berita hanya dalam beberapa menit. Menurut A.S.M. Romli para mahasiswa harus terbiasa menulis menggunakan bahasa jurnalistik yang sederhana, singkat, padat dan jelas. Namun bagi mahasiswa jurnalistik semester 3, membuat berita menggunakan bahasa jurnalistik yang benar dan baik sangat susah, hingga banyak diantara mereka yang bingung membuat berita. (Astri Septiani)

Add comment September 19, 2008 threeon3

Pusdai Diklat Retorika Dakwah

Bandung, (Jurnalistik A)

Organisasi Bidang KIK Pusdai Jabar menggelar Training Retorika Dakwah pada 12-13 September 2008, di ruang seminar Pusdai Jabar jln. Diponegoro 63 Bandung. Acara mulai sekitar pukul 08.00 WIB, sekitar 50 peserta terdiri dari kalangan mahasiswa Universitas Islan Negeri (UIN) Bandung, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Persis (STAIPI), dan kalangan umum hadir dalam acara tersebut.

Asep Syamsul M. Romli, ketua Divisi kajian dan informasi bidang KIK Pusdai Jabar mengawali acara dengan tema “Dasar-Dasar Publik Speaking”. Beliau menjelaskan dasar-dasar public speaking terdiri dari persiapan, pembukaan, penyampaian, penutup, dan elemen public speaking. Selain menjelaskan materi beliau juga memberikan simulasi pada peserta untuk melatih berbicara di depan umum. Sekitar pukul 11.30 WIB A.S.M. Romli mengakhiri materi untuk melaksanakan sholat jum’at.

Acara mulai lagi sekitar pukul 13.00 WIB, H. Usep Romli, wartawan senior memberikan materi kedua bertema “Humor sebagai bagian Retorika Dakwah”. Lalu sekitar pukul 15.30 WIB, A.S. Haris Sumadiria, penulis andal, bergantian memberi materi bertema “Teknik Pidato”. Dan pada pukul 17.00 WIB beliau mengakhiri acara itu.

Menurut Asep Syamsul M. Romli, acara ini digelar untuk mencetak kader-kader da’i, baik da’i bil qithobah (lewat lisan) maupun da’i bil qolam (lewat tulisan), untuk memberikan kesadaran kepada kaum muda tentang pentingnya dakwah.(Astri Septiani)

Add comment September 19, 2008 threeon3

The Spesial One “Mudik”

Opini

Oleh : Agus Tiana Diansyah

Ramadhan adalah bulan dimana umat islam diseluruh dunia melaksanakan ibadah puasa khususnya di indonesia. Namun, ada sesuatu yang berbeda antara ramadhan di indonesia dengan negara lain dibelahan dunia lainnya yaitu mudik.Karena faktor geografis yang berbentuk pulau dan kebanyakan orang indonesia bekerja jauh dari kampung halaman maka pada saat Libur ramadhan dijadikan momen yang tepat untuk pulang kampung.

Banyak orang yang mudik menggunakan kendaraan pribadi Namun, Kebanyakan warga indonesia menggunakan Alat transportasi umum seperti Bus, Kereta Api, Kapal Bahkan Pesawat Terbang Setiap orang yang mudik biasanya membawa oleh – oleh untuk dibawa kekampung halaman dan juga keluarga.

Karena mudik terjadi tiap tahun menjadikan mudik sebagai kebiasaan dan lama – kelamaan menjadi tradisi yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat indonesia Dan hal inilah yang membuat ramadhan di indonesia berbeda dengan ramadhan di negara belahan dunia lainnya, Kata The Spesial Onepun cocok untuk Mudik karena Mudik Fakta, Menarik dan hanya terjadi di indonesia.

Add comment September 19, 2008 threeon3

Lika-Liku Mudik

OPINI

Oleh : Astri Septiani

Mudik adalah tradisi pulang kampung yang telah membudaya. Gak mudik gak asyik, barang kali itulah ungakapan dari sebagian masyarakat Indonesia yang rutin melaksanakan mudik setiap tahunnya. Tapi bagi sebagian lagi mudik menjadi hal yang sangat menjengkelkan. Bagaimana tidak, bila kita ingin mudik dengan menggunakan kereta, pesawat, kapal atau bus kita harus memesan tiket dari jauh-jauh hari. Kalau tiket sudah habis, tiket dari calo pun terpaksa harus kita beli meskipun harganya jauh lebih mahal. Belum lagi kemacetan yang selalu membayangi pikiran kita ketika mempunyai rencana untuk mudik.

Nah,,,mudik ini memang tidak hanya membuat pusing masyarakat yang akan melaksanakannya, tapi juga membuat pemerintah kelabakan mencari solusi untuk mengatasi masalah-masalah saat mudik. Seperti yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Pariwisata dan Seni Budaya di Wonogiri (DPPSB), DPPSB ini mengkerahkan 750 bus untuk para pemudik. Jumlah itu meliputi 77 bus cadangan yang akan melengkapi 673 unit yang siap beroperasi menghadapi arus mudik. Kepala DPPSB, Sri Wiyoso, yang ditemui Espos di ruang kerjanya, Selasa (18/9), menegaskan jumlah pemudik ke Kota Gaplek tahun ini akan mengalami peningkatan sebesar 5% hingga 10%. (solopos.net )

Bagi pemudik tujuan Tasikmalaya, Garut, Pangandaran dan seterusnya. Pemerintah Daerah Jabar sedang mempersiapkan jalur alternatif yakni jalan lingkar Nagreg sepanjang 600 meter di Ciherang, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung, untuk mengatasi kemacetan saat mudik nanti. Jalan ini ditargetkan akan mulai dioperasikan pada H-10. Pada tahun-tahun sebelumnya nagreg memang dibanjiri lautan kendaraan yang membuat macet hingga puluhan kilometer. Dan tanjakan emen yang terkenal itu menjadi rawan kecelakaan. Maka dari itu pemerintah berusaha memberikan pelayanan kepada para pemudik dengan mmberikan jalan alternatif ini.

Mudik juga menjadi lahan promosi bagi sebagian perusahaan. Banyak perusahaan yang membuka posko-posko mudik dengan tujuan memberikan kemudahan bagi para pemudik dengan menawarkan jasa. Banyak diantara posko-posko itu yang memberikan pelayanan, mulai dari layanan kesehatan sampai layanan servis kendaraan.

Dan bagi perusahaan seluler banyak yang memberikan layanan info mudik untuk mempermudah pemudik dalam memilih jalur mudik yang aman dan nyaman.

Begitulah kiranya lika-liku mudik yang sering terjadi saat mudik menjelang. Bagi para pemudik dianjurkan untuk mempersiapkan segala sesuatunya baik itu kesehatan fisik anda maupun kesehatan kendaraan anda, agar mudik terasa menyenangkan. Jangan sia-siakan pengalaman mudik yang hanya terjadi satu tahun sekali dan hanya terjadi di Indonesia!.

Add comment September 19, 2008 threeon3

Waspada Disaat Mudik

OPINI

Oleh: Akhmad Ariful Aridy

Ibadah syaum yang kita kerjakan baru sampai pada hari ke 20 dibulan ramadhan. Namun banyak orang yang telah mempersiapkan untuk lebaran. Dari baju yang akan dipakai saat lebaran, jajanan yang mau disuguhkan nanti dan banyak juga yang menghias rumahnya dengan warna-warna cat yang baru. Tapi aktivitas tersebut biasanya sudah disiapkan jauh sebelumnya oleh orang-orang yang akan pulang ke kampung halaman. Pulang kampung saat lebaran atau yang biasa disebut dengan istilah “mudik” sudah menjadi kegiatan rutin bagi sebagian besar umat islam di Indonesia. Jarak yang jauh dan barang-barang yang akan dibawa mudik tak menjadi halangan bagi mereka yang akan mudik yang penting mereka bisa berkumpul bersama keluarga dan saudara di kampung halaman tercinta.

Saat melakukan mudik, terkadang orang melupakan satu hal yang terpenting, yakni keamanan rumah yang anda tinggalkan. Sebuah keamanan jadi sangat penting, mengingat banyak kasus pencurian isi rumah saat rumah kosong ditinggal penghuninya mudik. Untuk lebih berjaga-jaga agar hal tersebut tidak terjadi, ada beberapa langkah yang bisa anda gunakan untuk berjaga-jaga agar hal terrsebut tidak terjadi. Pertama, bagi anda yang tinggal di daerah perumahan, adakan kordinasi dengan satpam perumahan dan seluruh warga tentangpengamanan lingkungan.. Kedua, titipkan babrang-barang anda yang berukuran kecil tetapi berharga kepada pegadaian atau bank. Ketiga, titipkan rumah kepada tetangga terdekat yang tidak mudik. Keempat, Antisipasi kebakaran di rimah anda, dengan cara mematikan dan mencabut arus listrik. Dan kelima, Kuncilah semua pintu yang ada di rumah anda.

Walaupun hanya beberapa hari, tapi hal ini tidak ingin dilewatkan begitu saja.Agar tidak ketinggalan, banyak dari mereka yang telah memesan tiket jauh sebelumnya. Mereka tidak ingin antri penuh disaat arus mudik sudah mulai dekat. Terminal, stasiun dan pelabuhan sebagai sentra penduduk yang memanfaatkan jasa transportasi akan menampakkan intensitas arus mudik yang makin tinggi saat lebaran mulai dekat.Pemandangan seperti ini dijadikan sebagai rejeki nomplok oleh para calo dan penjahat. Disaat orang antri untuk membeli tiket, disitulah Calo-calo akan menawarkan tiket kepada para pemudik dengan harga yang lebih mahal tanpa harus antri berjam-jam. Bawaan banyak yang dibawa pemudik ditambah dengan penuhnya stasiun atau terminal dijadikan para penjahat sebagai sasaran empuk untuk menjadi sasaran pencopetan. Untuk lebih berjaga-jaga disaat mudik, calon pemudik harus lebih berhati-hati dan barang yang dibawa tidak usah terlalu banyak, dan satu hal yang lebih penting jangan terlalu percaya sama orang yang belum dikenal.

penggunaan kendaraan pribadi pada arus mudik lebaran semakin tahun semakin meningkat. Hal ini dapat menyebabkan angka kemacetan dan kecelakaan bertambah. Oleh karena itu kinerja polisi harus ditingkatkan dan kesadaran pemudik harus ditanamkan sejak awal. Disamping itu, pemudik yang menggunakan kendaran pribadi, harus memeriksa kendaraannya sebelum berangkat mudik, agar perjalanan dapat lancar. Khusus bagi pengguna kendaraan roda dua supaya tidak terlalu banyak membawa barang saat mudik.

Add comment September 19, 2008 threeon3

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 comment September 18, 2008 threeon3

  • Halaman

  • TiMe Is mOn3y

    Januari 2010
    S S R K J S M
    « Okt    
     123
    45678910
    11121314151617
    18192021222324
    25262728293031
  • Meta

  • Kategori

  •